Salam Otodidak!

Hai semua, video Nurmano DiTV bisa ditonton dari sini lho. Tentu dengan pengantar yang membantu Anda memahami isi video, yang banyak memberikan manfaat selain hiburan. Ingin kolaborasi atau ide yang relevan dengan topik video kami silakan hubungi saya di kolom kontak bawah


Bicara Sendiri, Dikira Gila Eh Ternyata Jenius!

// //

Apakah bicara sendiri itu gila?

Bicara sendiri tanpa sadar, apalagi ketawa sendiri di jalan, berpakaian kucal, mata redup, pastinya orang menyangka dia gila.

Tidak ada yang mau mendekat. Takut ikut gila. Itu adalah hal yang wajar dan biasa dalam keseharian. Orang takut ikut gila bila bergaul dengan jenis yang beginian.

Apa kata dokter tentang orang yang suka bicara sendiri ini?

Berikut adalah sebuah kasus di mana seseorang mempunyai keluhan yang tidak bisa diatasinya sendiri. Orang ini suka berkhayal juga ngoceh sendiri. Saat dia sendirian dia selalu ingin ngomong, tentang apa pun. Dari SD kecenderungan ini sudah dilakukan dan kian sering dilakukan saat dewasa. Orang ini termasuk introvert, jarang bergaul dan lebih suka sendiri. Dia hanya berjumpa orang saat sekolah. Dan bagaimana dokter menangani ini?

Dokter akan mengkonirmasi, mungkin akan bertanya apakah pasien mendengar bahwa di telinganya ada yang sedang bicara padanya. Atau itu hanya membayangkan, halusinasi seolah-olah ada orang yang ngomong dengannya. Ngomong sendiri tanpa sadar, atau memang hatinya berniat untuk mengeluarkan suatu uneg-uneg?

Juga apakah dialog itu dilakukan di dalam hati atau pikiran saja atau mulut juga ikut bicara?


apakah bicara sendiri tiu gila

Bicara sendiri tanpa sadar sudah dimulai sejak bayi

Tidak hanya dokter, kita semua setuju bahwa sejak bayi, manusia sudah terbiasa berdialog dengan diriya sendiri. Di mulai dengan ba ba ba, ma ma, ma itu akan terus berlanjut menuju kata-kata dan kalimat yang bisa dipahami seiring bertambahnya usia. Berkhayal atau bekata-kata kepada dirinya adalah hal yang normal. Bayi belum bisa berkhayal sampai dia menjadi anak-anak. Saat kanak-kanak itulah mulanya khayalan dimulai. Mulai dari mengurusi mainan, lantas dia bicara sendiri. Apalagi saat dia tidak mampu menyelesaikan masalahnya.

Demikianlah hal itu berlanjut dan dokter menyatakan itu adalah hal yang normal. Manusia dewasa akan menyuarakan apa yang dipikirkan dan bagi sebagian orang aktifitas berdialog dengan diri sendiri ini menjadi suatu kebutuhan, di mana, mungkin jawaban yang dinginkan tidak bisa di dapatkan dari orang lain.

Namun jika masalahnya karena ada bisikan dari luar, depresi, galau yang mengisi hari-hari maka dokter pun memberikan saran-saran perawatan ringan agar pulih dari penyakit jiwa ini. Jadi apakah bicara sendiri itu gila?

Menjawab apakah bicara sendiri itu gila, jika Anda melakukannya dan Anda tidak menyadari apa yang Anda katakan, maka, jika Anda tidak ke dokter, Anda perlu Ruqyah.

Penyakit gila berbeda dengan kecenderungan ngoceh sendiri. Jika Anda pernah melihat pengobatan Ruqyah, Anda akan melihat saat si pasien tergoncang jiwanya, bahwa raga si pasien sedang terbelenggu, dikuasai Jin. percaya, tidak percaya, hal ghaib seperti ini memang ada, terutama Muslim wajib mengimaninya. Kemudian bicaralah jin dari tubuhnya atau kalau tidak dia pingsan, atau muntah.

Juga tanyakan kepada orang yang hobi bicara, apakah bicara sendiri itu gila, maka jika dia seorang voice over artis dia mungkin hanya nyengir. Bicara sendiri tanpa sadar tidak akan pernah dilakukannya, semuanya sadar dan benar-benar waras.

Jadi, apakah bicara sendiri itu gila? Nehi!

Langsung di jawab di atas, nehi alias tidak alias no. Jika seseorang bicara sendiri tanpa sadar dan jiwanya melayang kemana-mana, maka OK. kita bisa sebut orang ini gila. Namun jika dia tergerak melakukan dialog kepada diri sendiri, sadar tidak sadar, atau terbersit dari ketidaksadarannya yang membuat dia sadar, pastinya orang itu tidak hanya tidak gila, tapi juga tidak ingin melakukan hal biasa.

Banyak yang menulis tentang kejeniusan orang-orang yang suka bicara sendiri tanpa sadar maupun sadar, maksudnya seperti tertulis di atas, yaitu ketika dia spontan menggerakkan pikirannya untuk berkata-kata dan dari sini dia tergerak untuk melakukan perubahan.

Untuk memastikan kebenaran itu tidak perlu Anda mengamati satu-satu perilaku orang-orang yang gemar ngoceh sendiri. Lebih baik untuk menyurakan suatu ide yang lama tertanam di benak. Bagaimana bisa menjalankan ide tersebut, bagaiman kita terpacu untuk membuat perubahaan besar dalam hidup.

Pastinya semuanya di awali dengan kepercayaan diri yang tinggi. Itu bisa di mulai dengan apakah bicara sendiri itu gila atau jenius? Tonton video Nurmano DiTV di bawah ini agar betul-betul paham bahwa bicara sendiri tanpa sadar itu, tak hanya mengasyikkan, tapi juga membawa keberuntungan besar dalam hidup